SMK NEGERI 3 MAGELANG

Jl. Pierre Tendean No 1 Magelang

SMK BISA, SMK HEBAT

SMK N 3 MAGELANG TERPILIH “ SAPA PESERTA DIDIK SMK SE-INDONESIA”

Selasa, 08 November 2022 ~ Oleh TIM Jurnalistik SMK N3 Mgl ~ Dilihat 95 Kali

MAGELANG- SMK Negeri 3 Magelang terpilih Direktorat SMK dalam kategori praktik baik sekolah yang sudah melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam acara “ Sapa Peserta Didik SMK Se-Indonesia” yang dilaksanakan pada hari Senin 7 November 2022 melalui kanal Youtube Direktorat SMK.

Sapa Peserta Didik dilaksanakan dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November 2022 dengan mengambil tema  “ pahlawan masa kini berbakti untuk negeri” dalam rangka penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ( P5).

Sapa peserta didik adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat SMK sebagai saranaberkomunikasi, kampanye atau mensosialisasikan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

 

Profil Pelajar Pancasila adalan “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”

Profil Pelajar Pancasila dicapai melalui 6 dimensi yakni, beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri. Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa Profil Pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia.

SMK N 3 Magelang menampilkan drama musikal dengan tema peristiwa  perobekan  warna biru pada bendera Belanda yang berkibar di Hotel Yamato. Peristiwa ini didahului oleh gagalnya perundingan antara Soedirman ( residen Surabaya) dan W.V.C Ploegman untuk menurunkan bendera Belanda. Dalam perundingan tersebut, Sudirman meminta bendera Belada diturunkan dari Hotel Yamato. Tanpa tedeng aling-aling Ploegman menolak untuk menurunkan berdera tersebut dan menolak untuk mengakui kedaulatan Negara Indonesia. Perundinganpun berakhir dengan perkelahiran, penyiksaan dan berbagai kekerasaan fisik oleh pasukan asing. Sementara itu, sebagian pemuda di luar hotel berebut naik tiang bendera untuk menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Peristiwa ini disambut oleh arek-arek Suroboyo dengan pekik “ merdeka” berulang kali.

Drama tersebut diperankan oleh para siswa kelas X  Broadcasting dan perfilman dengan tema bangunlah jiwa raganya, topik bullying.

Penulis Tim Skaniga- Umi Khayah Rusiyanah

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT