SMK NEGERI 3 MAGELANG

Jl. Pierre Tendean No 1 Magelang

SMK BISA, SMK HEBAT

PENGEMBANGAN KURIKULUM, PRODUK, KREATIF, STARTUP BISNIS SEKOLAH PENCETAK WIRAUSAHA SMK NEGERI 3 MAGELANG

Senin, 21 Desember 2020 ~ Oleh TIM Jurnalistik SMK N3 Mgl ~ Dilihat 212 Kali

MAGELANG- SMK NEGERI 3 MAGELANG melaksanakan penguatan kurikulum, produk kreatif startup bisnis sekolah pencetak wirausaha sebagai tindak lanjut program SMK COE (Center Of Excellence). Kegiatan ini dilaksanakan Senin 21 Desember 2020 pukul 08.00 WIB di aula sekolah setempat serta dihadiri oleh guru Mapel Nasional dan kewilayahan. Acara diawali dengan doa , menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Kepala sekolah, sambutan pengawas, penyampaian materi budaya kerja dan akhiri dengan doa penutup.

‘’SMK COE harus terus menerus menjadi sekolah yang mampu bersaing dengan pasar industri” ujar Drs. Supriyatno, M.Pd selaku kepala SMK Negeri 3 Magelang. Belaiu juga menambahkan untuk semua siswa menjadi siswa yang unggul menjadi pelopor wirausaha dan berwawasan lingkungan.  SMK Negeri 3 Magelang sudah Good (Baik) namun, masih perlu untuk mejadi Great (Hebat). Harapan beliau agar selalu menerapkan budaya diskusi sehingga SMK COE segera terwujud serta budaya kerja harus menjadi Habbit (Kebiasaan).

 

Bapak Mahmud, S.Pd, M.Pd menyampaikan sebagai guru SMK harus siap mendukung seluruh kegiatan SMK COE serta harus siap mengajar 24 jam pelajaran dan maksimal 40 jam pelajaran. Beliau juga menyampaikan macam-macam karakter guru yaitu Guru Wajib, Guru Sunah, Guru Mubah, Guru Makruh, dan Guru Haram. Idealnya seorang guru harus menjadi Guru Wajib yaitu Guru yang berakhlak mulia, semua orang merasa senang dengan kehadirannya dan semua orang merasakan manfaat dengan kehadirannya. Beliau menambahkan dari 450 sekoalah se-Jawa Tengah SMK Negeri 3 Magelang terpilih menjadi sekolah SMK BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah). Harapannya memberikan wacana dan informasi terbaru bagaimana BLUD dapat berjalan serta dapat  meningkatkan kompetensi.

“Tujuan  pembentukan proyek pengembangan sekolah membentuk kelas wirausaha, menyususn bahan ajar TEFA (Teaching Factory), mengimplementasikan pembelajaran project Based Learning “ Ujar Supriyatno, M.Pd selaku kepala sekolah. Harapan membentuk kelas wirausaha mampu membaca peluang usaha, mengelola atau menjalankan usaha, dan mencari orientasi keuntungan.

 

Ibu Sutji Sadarini, S.Pd menyampaikan implementasi budaya kerja bahwa Wakil Kepala sekolah bidang Kesiswaan menjadi pionir  budaya kerja di SMK Negeri 3 Magelang. Tata tertib sekolah diterapkan menjadi suatu kebiasaan (habbit) yang nantinya akan terbawa menjadi etika bekerja di industri.

 

PENULIS TIM JURNALISTIK SKANIGA

       

 

NURUL ISTIQOMAH, S.Pd.  DAN MENIK YULIASTUTI, S.Pd.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT