SMK NEGERI 3 MAGELANG

Jl. Pierre Tendean No 1 Magelang

SMK BISA, SMK HEBAT

Muda, Cerdas dan Bermanfaat bagi Sesama

Selasa, 14 Juli 2020 ~ Oleh Vera Ira Maya Rohi ~ Dilihat 206 Kali

Urip iku urup. Filosofi ini tepat untuk menggambarkan sosok alumnus SMK Negeri 3 Magelang kompetensi Tata Busana Tahun 2019, Bayu Tri Prasetyo. Lahir di Magelang, 25 Maret 2001 yang tetap berkarya di bidang industri kreatif busana.

Bayu sapaannya adalah salah satu alumnus berprestasi. Keinginan dan tekadnya bulat untuk menekuni bidang fashion & design sebagi seorang dress maker dibuktikan dengan totalitas, ketekunan, belajar dan bekerja seacara cerdas.

Sejenak jika menoleh ke belakang cerita perjalanan Bayu menjadi seorang dress maker  yang dapat diperhitungkan kompetensinya berawal dari tekadnya untuk melanjutkan pendidikan setamat SMP di SMK Negeri 3 Magelang kompetensi keahlian Tata Busana. Setelah melalui proses awal pendaftaran dan seleksi akhirnya Bayu lolos sebagai peserta didik.

Kemampuan Bayu menjahit sudah sejak awal SMP. Berawal dari membantu orang tuanya yang memiliki usaha tailor dan Bayu mulai membantu proses akhir pembuatan pakaian yaitu kelim. Dari kelim, Bayu mulai senang menjahit dan akhirnya memilih SMK Negeri 3 Magelang sebagai jalan untuk mengasah sikap, pengetahuan dan keterampilannya.

Awal sebagai peserta didik, sesungguhnya Bayu sudah terampil menjahit pakaian dan guru pertamanya adalah sang Ayah, Bapak Nardi dan sang Kakak Mas Dwi sama-sama sebagai dress maker yang memang sangat mumpuni dalam menjahit sehingga Bayu tidak banyak kesulitan dalam proses kegiatan pemelajaran. Setiap hari belajar dan gigih mengasah kompetensi fashion & design.

Bayu berbagi cerita hitam putih awal sebagai seorang dress maker yang telah memiliki banyak pelanggan. Grogi saat mengukur tubuh pelanggan serta seni berkomunikasi dengan pelanggan. Seiring berjalannya waktu belajar di sekolah kehidupan Bayu mampu dengan lugas mengukur tubuh dan berkomunikasi dengan baik dan benar dengan pelanggan.

Tekad dan perjuangan Bayu berbuah manis. Saat gelar karya, Bayu berhasil meraih peringkat 1 nilai uji kompetensi kejuruan tahun pelajaran 2018/2019 kategori busana kerja.

Tamat dari SMK Negeri 3 Magelang, bukan berarti tamat berkarya. Bayu tetap menjadi pribadi yang bertanggung jawab dengan pilihannya sebagai seorang dress maker handal. Hal ini sungguh sangat membanggakan bagi semua guru dan institusi SMK Negeri 3 Magelang.

Bayu telah memiliki pelanggan tidak hanya dari Kota Magelang, namun banyak juga pelanggan dari luar Kota Magelang antara lain Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, dan Yogyakarta.

Selama Covid-19 justru Bayu mendapatkan banyak pelanggan. Tanpa promosi, namun karena kepuasan pelanggan akan kualitas jahitan yang dihasilkan Bayu akhirnya testimoni pelanggan Bayu menjadi promosi dari mulut ke mulut.

Filosofi urip iku urup menjadi pegangan Bayu. Prinsip selalu bermanfaat bagi sesama Bayu membuktikan bahwa rejeki selalu ada bagi siapapun yang memiliki tekad, ketekunan, mau belajar dan berkarya tanpa mengenal lelah. Bermimpilah dan wujudkan mimpi selagi masih muda. Setidaknya jika ada yang bertanya dimana dan apa yang dilakukan alumnus yang meraih peringkat 1 nilai uji kompetensi kejuruan tahun pelajaran 2018/2019 kategori busana kerja maka tidak memalukan, karena Bayu terus berkarya dan dapat ditemui di rumah sekaligus tempat berkaryanya di Jl. Waringin, Ngentak Murni, Kota Magelang. Rekomendasi untuk yang ingin menjahitkan pakaian dengan hasil berkualitas.

Tips dari Bayu bisa dijadikan pedoman bagi peserta didik baru yang telah memilih kompetensi keahlian yang ada di SMK Negeri 3 Magelang yaitu Perhotelan, Tata Boga, Tata Busana, Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, dan Multimedia.

Sukses selalu Bayu dengan karya-karya terbaik yang bermanfaat bagi sesama.

#ceritasuksesalumnus

#SMKbisa

#Kemdikbud

#DirSMK

#industrikreatif

#kemenparekraf

 

 

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT