SMK NEGERI 3 MAGELANG

Jl. Pierre Tendean No 1 Magelang

SMK BISA, SMK HEBAT

Manis jangan cepat di telan, pahit jangan cepat di muntahkan

Kamis, 25 Juni 2020 ~ Oleh TIM Jurnalistik SMK N3 Mgl ~ Dilihat 287 Kali

 

 

Pepatah tersebut menggambarkan kondisi suka dan duka selama pandemi Covid-19. Ada yang semakin kreatif dan produktif namun ada juga yang semakin terpuruk karena stres berlebihan.

Tim Jurnalistik SMKN3 kali ini mengajak Anda untuk berkenalan dengan sosok seorang sahabat SMK Negeri 3 Magelang yang semakin produktif selama masa belajar di rumah dan sangat bertanggung jawab terhadap pemelajaran.

Sahabat SMK Negeri 3 kali ini adalah Rizka Amanda Putri, naik ke kelas XI Busana 1.

Rizka Amanda Putri  adalah nama yang dipilih orangtuanya untuk mempermudah mengenalinya.  Banyak orang memanggil dengan sebutan Rizka. Rizka lahir di Kopeng, Kapuhan, Sawangan, Magelang tepatnya pada tanggal 23 Mei 2003. Impian Rizka hanya satu yaitu membuktikan ke semua atas apa yang pernah di ucapkan untuk menggapai cita-cita. Menjadi designer di usia muda itu impian Rizka yang tentu tidak instan untuk mewujudkannya. Perlu banyak waktu untuk mempelajari dan mendalami seluk beluk dunia busana.

Mengutip kata-kata bijak Albert Einstein, percuma kita berharap hasil yang beda jika tidak mengubah cara melakukannya.

Tim jurnalistik mendapat banyak sekali penelusuran tentang impian Rizka yang siap di wujudkan.

Ketertarikan Rizka pada dunia busana sejak kelas 5 SD. Awalnya Rizka tertarik dengan apa yang dilakukan oleh tantenya. Tantenya  lulusan SMA namun  beliau mampu meraih juara 2 lomba SKL tingkat Provinsi dan lanjut seleksi ASG tingkat Nasional.Yang menjadi "hantu" dipikiran Rizka “ mendalami busana dari SMA saja bisa menggondol piala apalagi kalau mendalami dari awal.Wah bayangannya kemana-mana. Begitu yang ada di benak Rizka.

Ketika duduk dibangku SMP Rizka memilih ekstra kurikuler menjahit. Mulai dari situ Rizka mencoba-coba membuat sarung bantal,  tote bag dan lenan rumah tangga lainnya. Satu hal yang membuat Rizka heran jika ada tugas dari mapel busana khususnya menjahit teman- teman sering meminta Rizka yang menjahitkan, tidak cuma satu atau dua bahkan bisa lebih. Hingga akhirnya guru Rizka menyampaikan secara tegas “ kalau kamu menjahitkan punya teman, kamu nggak akan ibu berikan nilai”. Itu ancaman guru Rizka, tapi Rizka tetap “bandel” menjahitkan tugas untuk temannya.

Lulus SMP Rizka bingung mau melanjutkan dimana, orangtuanya hanya berpesan “kalau cari sekolah yang SMK kalau kamu dapat sekolah yang SMA, ibu tidak akan akan membiayai dan kalau kamu tidak dapat sekolah SMK pilihan kamu maka ibu akan daftarkan kamu di sekolah SMK daerah sini.” Rizka ternyata telah memiliki pilihan mau melanjutkan pendidikan kemana tapi jauh dari tempat tinggal Rizka yaitu SMK N 3 Magelang.

Awalnya orang tua Rizka kurang setuju alasannya jika ada rapat atau pengambilan rapor tidak berani datang sendiri. Tapi Rizka tetap saja keukeh ingin sekolah di SMK N 3 Magelang. Mendaftar sekolah di kota, bukan suatu hal yang mudah bagi Rizka. Ada persyaratan yang harus lengkap dan benar. Kedegarannya sepele namun Rizka harus bolak-balik Sawangan, Kabupaten Magelang ke Kota Magelang antara 3 sampai 4 kali buat daftar. Terkadang karena berkas belum lengkap atau salah. Sampai tiba waktu pengumuman akhirnya Rizka di terima. Sebuah kebahagiaan dan pembuktian Rizka ke orang tuanya bahwa ia bisa dan mampu.

Beberapa bulan telah berlalu dan masa  beradaptasi. Sampai tiba saat seleksi murid untuk jadikan satu kelas khusus fashion atau bisa disebut kelas vokasi busana. Kelas ini adalah kelas yang diidam-idamkan oleh murid kelas 10 jurusan busana karena ini awal dari program pemerintah untuk memajukan ekonomi Indonesia, dan SMK Negeri 3 Magelang kompetensi keahlian Tata Busana satu-satunya yang berhasil di pilih oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Alhamdulillah Rizka masuk di kelas itu. Kelas ini memang berbeda dengan kelas busana lainnya karena merupakan kelas unggulan vokasi.

Rizka dengan rendah hati menyampaikan pemahaman teorinya boleh dibilang rendah tapi kalau soal busana mau tidak mau dianggap rendah harus bisa unggul. Tidak secepat kilat, namun tujuan Rizka memperbaiki kualitas jahit dan bagus sesuai dengan standar minimal dan prosedur yang pernah diajarkan guru.

Setahun berlalu, sekarang naik kelas XI. Belajar dari rumah itu bukan libur nasional tapi karena kondisi darurat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kegiatan di rumah selain belajar juga membantu orang tua di ladang pada pagi hari dan siang hari kadang-kadang ke rumah teman sekedar main-main entah itu masak, buat kerajinan, mengerjakan tugas, belanja, maupun makan-makan dengan tetap disiplin terhadap protokol kesehatan. Bulan Ramadhan tiba dan kegiatan masih tetap sama namun ada pembeda bulan Ramadhan kali ini tidak ada kumpul- kumpul orang banyak.

Berakhirnya bulan Ramadhan  seperti biasa kegiatan Rizka membantu nenek berjualan di Objek Wisata Ketep Pass. Tidak banyak yang berubah dengan Ketep Pass hanya saja pendapatan membantu berjualan yang tidak sama namun tetap bersyukur.

Rizka mulai berpikir kalau begini terus tidak produktif pemahaman materi pemelajaran Rizka tidak berkembang. Rizkapun berinisiatif, bertekad belajar jahit sendiri untuk mengasah keterampilan menjahit hingga akhirnya Rizka mendapat motivasi dari seorang guru untuk mencoba  membuat JPD (Jas Pelindung Diri) dan mask art.

Mengutip kata-kata bijak Jefferson: “the harder I work the more luck I seem to have, Rizka mulai perlahan-lahan mewujudkan mimpinya dengan “bangun dari tidur”. Niat awal hanya belajar dan menuangkan yang ada dipikiran. Tidak menyangka ada salah satu guru yang menyukai hasil karya Rizka dan berniat ingin membeli. Saat itu Rizka juga berpikir untuk memproduksi lebih banyak dan berharap akan banyak yang mengapresiasi hasil karyanya dan tantenya dengan setia membimbingnya.

Ini adalah langkah pertama mewujudkan mimpi menjadi designer di usia muda. Jangan menyerah, tetap semangat. Manis jangan cepat di telan, pahit jangan cepat di muntahkan. Rizka telah membuktikan mampu lebih kreatif dan produktif di tengah pandemi Covid-19. Berminat menggunakan jas pelindung diri dan art mask untuk mempersiapkan pranatan anyar? Karya Rizka direkomendasikan.

 

#inspirasisahabatSMKN3Magelang

#mewujudkanmimpi

#fashion&design

#jaspelindungdiri

#maskart

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT