SMK NEGERI 3 MAGELANG

Jl. Pierre Tendean No 1 Magelang

SMK BISA, SMK HEBAT

STANDAR PELEVELAN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM ( AKM) DI HOTEL ASTON INN PANDANARAN SEMARANG

Selasa, 17 November 2020 ~ Oleh TIM Jurnalistik SMK N3 Mgl ~ Dilihat 6021 Kali

Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Diskusi Terpumpun  Asesmen Standar Setting Levelling Asesmen Kompetensi Minimum ( AKM ) pada Kamis- Sabtu, 5 s.d. 7 November 2020 di Hotel Aston Inn Pandanaran Semarang. Kegiatan diikuti oleh 74 orang yang terdiri dari 60 orang guru SD, SMP, SMA dan SMK, 10 orang dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, dan 4 orang dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.  Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Banjarnegara.   Kota Magelang diwakili oleh Umi Khayah Rusiyanah, S.Pd. dari SMK N 3 Magelang untuk bidang literasi dan Anggraini Kusuma Wardhani, S.Pd. dari SMK N 2 Magelang untuk bidang numerasi. Pendamping dari Cabang Dinas Pendidikan VIII adalah Bapak Dwi Surattanto

 

Dalam kegiatan diskusi terpumpun ke-60 orang guru terbagi dalam dua kelas yakni kelas  literasi dan kelas numerasi. Dalam setiap kelas, dibentuk kelompok SD, SMP, dan SMA/SMK. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seorang moderator.

Nara sumber dalam kegiatan tersebut Ibu Zul Arviah, M.Si. dari Pusmenjar, Bapak Dede Aminudin ( Pusmenjar) dan Ibu Wira Kurniawati, S.S, M.A ( dosen UGM). Acara dibuka oleh Ibu Zul Arviah, M.Si.  dari Pusmenjar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui aplikasi Zoom. “ AKM bukan pengganti UN. AKM  merupakan bagian dari Asesmen Nasional. Asesmen Nasional terdiri dari 3 instrumen yaitu AKM, Survei Karakter, dan Survey Lingkungan Belajar. AKM terdiri dari numerasi, literasi fiksi, dan literasi informasi. Dalam AKM ada 6 level pembelajaran yaitu level 1 ( kelas 1 dan 2), level 2 ( kelas 3 dan 4), level 3 ( kelas 5 dan 6), level 4 ( kelas 7 dan 8 ), level 5 ( kelas 9 dan 10), dan level 6 ( kelas 11 dan 12)”, katanya.

Beliau juga menyampaikan bahwa AKM tidak digunakan untuk menilai siswa, guru, dan sekolah. AKM yang akan dilaksanakan tahun 2021 merupakan pemetaan awal. “ Murid, orang tua, guru, dan sekolah tidak perlu cemas sehingga tidak perlu repot-repot persiapan dini karena tidak digunakan untuk mengukur individu” ujarnya. Pada tahap awal siswa yang akan diikutkan dalam AKM hanya sampling atau perwakilan dari sekolah. Jadwal pelaksanaan AKM diperkirakan antara Maret- April 2021. AKM sendiri terstandar dari pusat. Guru tinggal mengakses AKM untuk kelas. ‘ Jadi sekolah tidak perlu menyusun soal AKM” tegasnya.

 

Wira Kurniawati, S.S.,M.A. selaku  satu mentor kelompok SMA/SMK  menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut untuk menentukan nilai batas tingkat kompetensi AKM literasi SMA/SMK. Kompetensi dalam AKM ada 4 yakni PIK ( Perlu Intervensi Khusus), Dasar, Cakap, dan Mahir. Para guru  berperan sebagai panelis, diminta untuk mengerjakan soal-soal AKM dan memberi rating pada setiap butir soal sesuai kompetensi dalam AKM. Sebelum mulai melakukan rating soal, panelis menyamakan persepsi terlebih dahulu yang dipandu moderator. Pada tahap ini dibutuhkan waktu yang cukup lama dan diskusi yang panjang. Setelah membuat rating, panelis  kembali mendiskusikan hasilnya sehingga ada kesepahaman sesama panelis.

 

 

 

Penulis Guru Bahasa Indonesia

SMK Negeri 3 Magelang

Umi Khayah Rusiyanah, S.Pd.

KOMENTAR

A - Rabu, 10 Maret 2021

Aaaaa

A - Rabu, 10 Maret 2021

Aaaaaa

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT