SMK NEGERI 3 MAGELANG

Jl. Pierre Tendean No 1 Magelang

SMK BISA, SMK HEBAT

Optimalisasi Implementasi LMS Moodle di SMK Negeri 3 Magelang

Kamis, 14 Mei 2020 ~ Oleh Staf Tata Usaha SMK N3 Mgl ~ Dilihat 208 Kali

Masa darurat covid-19 menjadikan SMK Negeri 3 magelang berbenah melakukan optimalisasi implementasi elearning. Implementasi elearning di SMK negeri 3 magelang sudah  menggunakan Learning Management  System (LMS) Moodle namun masih sebatas digunakan hanya  untuk test online  dengan client menggunakan HP Android.  Proses tahapan pengelolaan soal (quiz)   masih ditangani oleh seorang admin sehingga guru-guru belum spenuhnya memahami  secara detail didalam menggunkan LMS Moodle.  Supriyatno Kepala SMK N3 Magelang yang  dilantik pada bulan Maret 2020 berupaya   mendorong guru-guru untuk lebih menguasai penggunaan LMS Moodle. Bahkan punya tekat setiap guru punya habit menggunkan LMS Moodle tidak nya untuk test   tapi lebih dari itu.  

 

Kepala SMK Negeri 3 Magelang Drs. Supriyatno, M.Pd. saat memberikan pelatihan

 

MOODLE (singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment) adalah paket perangkat lunak yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan situs web yang menggunakan prinsip social constructionist pedagogy. MOODLE merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan mekanisme belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi yang dikenal dengan konsep pembelajaran elektronik atau e-Learning. Moodle dapat digunakan secara bebas sebagai produk sumber terbuka (open source) di bawah lisensi GNU Moodle dapat diinstal di komputer dan sistem operasi apapun yang bisa menjalankan PHP dan mendukung database SQL.

Beberapa tahapan yang telah dilakukan oleh kepala sekolah    antara lain      membimbing admin web Kharis Nadian Hudha, S.Kom untuk menginstal server Linux dengan aplikasi LMS moodle versi 3.8.3 , selama ini LMS yang digunakan masih menggunakan basis windows.  Setelah sistem terinstal oleh admin web   dimasukkan nama user pengguna dan nama semua mapel dari kelima prodi yang ada.  Kepala Sekolah juga membimbing admin jaringan Muhamad Rohim untuk melakukan pemetaan ulang jaringan supaya fasilitas IP Publik yang sudah ada dan belum termanfaatakan secara optimal dapat digunakan untuk mengakses LMS  bailk melalui jarngan intranet maupun internet. Pemetaan jaringan hostspot area juga dilakukan dengan harapan semua warga sekolah di setiap tempat terkoneksi sehingga dapat memberikan kepuasan bagi warga sekolah didalam memanfaatkan   layanan internet maupun  layanan akses ke    LMS  Moodle SMK Negeri 3 Magelang.

Tahapan berikut dimasa covid-19 ini sejak mulai pertengahan bulan April 2020 dimanfaatkan oleh kepala sekolah untuk melatih  para guru menggunakan moodle baik secara daring maupun tatap muka      terbatas    dengan mengikuti protokol kesehatan. Ir. Sri Rahayuningsih   guru multimedia (MM) juga terlibat langsung membantu kepala sekolah memberi bimbingan ke guru-guru. Materi LMS Moodle yang diberikan masih fokus   pada  user pengguna sebagai teaher(guru) didalam mengelola kegiatan test daring.  Materinya tersebut  meliputi : mempersiapkan soal sesuai kisi-kisi, mebuat nama katerogi soal di question bank, meng upload soal, membuat nama quiz, mengkonfigurasi nama quiz, membuat soal random dari question bank  dan terakhir melakukan uji coba sebagai user siswa (student) mengerjakan soal   sampai keluar nilai.

 

 

Target yang diharapkan dalam waktu dekat ini tidak hanya sukses didalam pelaksankan test daring tetapi lebih dari itu, yaitu para guru didorong untuk mampu membaca statistik analisis  butir item soal yang secara otomatis sudah tersaji di sistem  setelah test dilaksanakan. Dari hasil analisiis tersebeut dapat dijadikan acuan  untuk mengadakan remedial teaching kemudian dilakukan remedial test lagi. Harapan selanjutnya  kegiatan test harian, test tengah semestar , test akhir senester dan kegitan test yang lain  semuanya sudah harus berbasis kompter dan dilakukan  secara mandiri oleh masing-masing guru, jadi tidak lagi bergantung pada Waka Kurikulum atau admin. Dengan demikian akan mengurangi tugas tugas administratif  waka kurikulum. Waka Kurikulum bisa lebih fokus pada tindak lanjut pemantauan capaian  kompetesnsi   yang datanya secara otomatis sudah ersaji   di LMS Moodle.

Dengan adanya fasilitas server LMS Moodle yang sudah dapat diakses secara intranet maupun internet ini akan menuai banyak manfaat untuk menciptakan   habit antara lain mengurangi penggunaan kertas, insvestasi upload soal satu hari satu soal, pembiasaan test menggunakan HP android, pelaksanaan test di teras-teras kelas tidak harus dalam ruang kelas, tercipta budaya verifikasi soal test antar guru yang semapel (bidang keahlian). Habit ini tidak lain sebagai salah satu menjawab tantangan visi sekolah yaitu “menjadi sekolah yang unggul kompetitif dan   berwawasan lingkungan”. Tahapan pengembangan implementasi moodle dalam waktu dekat  ini akan dimulai dari semua guru multimedia agar   memanfaatkan fasilitas  moodle sebagai sarana KBM daring tidak hanya utuk kegiatan test saja  tetapi dikembangkan untuk  :  Assignment submission, Forum diskusi, Unduh arsip, Chat, Page, Test online , Forum, Database, Lesson , Page dan URL.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT